JAKARTA, KOMPAS.com -
Sekitar 3.000 orang yang dari kelompok Konfederasi Serikat Pekerja
Migas Indonesia, Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, kelompok mahasiswa
peduli migas, dan elemen masyarakat yang lain Kamis (5/6/2014) melakukan
aksi menuntut pemerintah memberikan hak pengelolaan Blok Mahakam kepada
PT Pertamina.
Senior Vice President Corporate Strategic Growth Pertamina Gigih
Prakoso menjelaskan, Pertamina secara resmi sudah mengajukan surat
kepada permintaan untuk meminta agar pengelolaan Blok Mahakam di
serahkan ke Pertamina.
Informasi saja, saat ini Blok Mahakam
dikelola oleh Total EP Indonesie. Kontrak Total EP sebagai kontraktor
kerjasama akan berakhir pada 2017 mendatang.
Pertamina menyatakan sudah menyampaikan rencana-rencana bisnis
pengelolaan Blok Mahakam ini, secara komprehensif. Pertamina juga sudah
berulangkali meyakinkan pemerintah bahwa dengan ahli-ahli yang mereka
miliki bisa mengoperasikan blok tersebut. "Kami sudah punya pengalaman
di offshore," ujar Gigih.
Jika nanti pemerintah mempercayakan pengelolaan Blok Mahakam kepada
Pertamina, menyatakan telah siap untuk menyediakan pendanaan sesuai
kebutuhan. Selain itu pertamina menjamin produksi migas dari Blok
Mahakam tetap stabil sesuai target yang ditetapkan pemerintah.
Dalam unjuk rasa kemarin, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas
Indonesia Faisal Yusra menyatakan pekerja menuntut Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono tidak membuat kebijakan strategis soal Blok Mahakam.
"Jangan sampai diam-diam memberikan perpanjangan kontrak Blok Mahakam
kepada Total E&P," ujar Kamis (5/6/2014). (Agustinus Beo Da Costa)
Translate
Sabtu, 07 Juni 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Layanan Bolt Loosening
Layanan Bolt Loosening untuk melakukan maintenance service pada Gear Box . Biasanya terdapat pada mesin hidrolik untuk Floating Crane .( ukuran baut sesuai permintaan )
Langganan:
Postingan (Atom)










